”Daniel!!! Dia datang!!!” Seorang siswi melihat Joo Won masuk ke dalam kantin.
”Daniel?” ucap Yeon pelan. Seluruh wanita yang berada di kantin berteriak dan mendekati lelaki yang baru saja datang itu. Yeon hanya dapat menggelengkan kepalanya.
Joo Won berjalan di dekat tempat Yeon duduk. Sekilas, ia melihat Yeon sedang makan, tapi tidak seperti siswa lain, ia membawa kotak makan sendiri. Lauk yang ia makan pun, sangat sederhana, tidak semewah makanan yang disediakan koki sekolah di kantin. Kemudian ia melewatinya. Joo Won menghentikan langkahnya ketika seorang wanita berdiri di depannya, menghalangi jalannya. Wanita itu adalah teman sekelas Joo Won dan Yeon, Seo Ri. Ia juga salah satu siswa yang terkenal karena kecantikannya. Dalam hal otak, ia kurang daripada teman-temannya yang lain. Tapi ia memiliki bentuk tubuh yang ramping, rambut yang panjang dan lurus juga kulit yang putih dan bersih. Belum ditambah dengan aksesoris mewah yang digunakannya.
Joo Won tersenyum pada wanita itu. Tangannya bergerak dan mengelus pipi wanita dihadapannya. ”Sangat lembut,” batin Joo Won. Wanita yang berada di dekat Joo Won berteriak histeris.
”Daniel, aku mohon, jadilah pacarku,” ujar Seo Ri. Joo Won tersenyum. ”Saat ini, kau resmi berpacaran denganku.” Spontan, para wanita yang berdiri di situ menangis. Yeon hanya tersenyum sinis.
Kejadian tangis-menangis berlangsung cukup lama. Yeon hanya pergi kembali ke kelas sementara teman-temannya bertahan di kantin, di halaman sekolah, juga di kamar mandi. Dalam hati Yeon tertawa melihat mata teman-temannya yang memerah ketika mereka memasuki kelas. Wali kelas pun menanyakan hal itu kepada murid-muridnya, tapi tidak ada satu pun dari mereka yang menjawab.
♫
Tidak terasa sudah 5 bulan berlalu. Joo Won masih saja memiliki banyak fans, hanya saja tidak seperti dulu. Dia terkenal sebagai anak yang pandai, namun juga sebagai seorang playboy. Sudah banyak wanita yang dipacarinya. Dan sekarang ia sedang dalam status berpacaran dengan salah seorang pejabat yang masih kalah cantik dari Seo Ri, tapi jauh lebih kaya darinya. Joo Won termasuk orang yang romantis. Entah dengan cara apa, dia hampir tidak pernah kehilangan fansnya, termasuk mantan pacarnya sekalipun.
Yeon tidak pernah mengerti mengapa teman-temannya terlalu memujanya. Dia bukan raja, bukan penyihir, bukan presiden dan hanyalah orang biasa. Tapi kenapa teman-temannya begitu mengidolakannya?
Setelah ini adalah pelajaran seni musik. Ruang seni musik berada di lantaii atas. Yeon dan teman-temannya termasuk lelaki yang bagi Yeon adalah lelaki paling menyebalkan sedunia, juga segera naik ke lantai atas.
Guru musik mereka sudah menunggu di atas sambil memegang sebuah bolpoin. Dihadapannya terdapat beberapa lembar kertas musik. Kelihatannya dia sedang mengarang lagu. Yeon duduk di tempat biasanya, dikelompok gitar. Joo Won juga duduk dikelompok yang sama dengan Yeon. Ia memainkan gitar listrik. Lagi-lagi Yeon merasa kesal. Yeon cukup kesulitan dalam bermain musik karena ia tidak punya gitar untuk berlatih di rumah. Harga gitar cukup mahal dan Yeon tidak akan membuang uangnya hanya untuk membeli sebuah gitar. Masih banyak kebutuhan lain yang harus dia penuhi. Joo Won melihat Yeon kesulitan dalam menekan senar gitar. Joo Won mendekatinya dan membantunya menekan senar gitar. Yeon mengerang. Awalnya memang terasa sakit. Tapi lama kelamaan, Yeon mulai terbiasa. ”Terima kasih,” kata Yeon pelan. Joo Won hanya tersenyum, sedangkan pacarnya, Soo Kyung melihat dari seberang dengan tatapan marah.
♫
Kelas musik sudah selesai. Dan sekarang adalah waktu makan siang. Yeon membawa bekalnya ke kantin. Ia tidak membawa banyak makanan, karena ia memang tidak pernah memasak banyak. Tapi ia harap, makanan itu dapat membuat perutnya kenyang. Geng Soo Kyung mendekatinya ketika Yeon hendak menyuap makanannya yang pertama. ”Park Na Yeon,” kata Soo Kyung. ”Hanya seorang anak nelayan. Kamu tidak cantik, hanya pintar,” katanya lagi. ”Dia pun di sini karena beasiswa,” timpall salah satu teman Soo Kyung.
”Kau, tidak pantas di sini. Mengerti?!” teriak Soo Kyung. Kemudian, Soo Kyng mengambil kotak makan Yeon dan melemparkannya ke wajah Yeon. Dengan cepat, Yeon berdiri. ”Aku tidak seburuk yang kalian pikirkan,” ujarnya pelan. ”Kau tidak cukup pintar untuk mengalahkanku.”
”Apa katamu? Berani sekali kau ini!” Soo Kyung meneriakkan kalimat itu sambil mendorong Yeon hingga jatuh. Joo Won yang menyaksikan kejadian itu bangkit dan mendekati Yeon serta Soo Kyung. ”Kau tidak pantas melakukan ini padanya,” kata Joo Won datar, meraih tangan Yeon dan membawanya pergi. Soo Kyung menangis di tempat.
Joo Won membawa Yeon ke lantai atas, di mana terdapat sebuah taman. Joo Won dan Yeon saling diam selama beberapa menit, kemudian mereka saling bertatapan. Yeon segera memalingkan wajahnya, begitu mengetahui Joo Won juga sedang memandanginya.
”Terima kasih.,” Yeon membuka pembicaraan.
”Maafkan kelakuan pacarku itu. Aku di sini mewakilinya minta maaf,” ujar Joo Won.
”Tidak apa-apa, itu juga salahku. Aku mengatakan sesuatu yang membuatnya merasa lebih rendah dariku. Aku tidak sepantasnya mengucapkan itu,” kata Yeon. Yeon mengalihkan pandangannya ke arah air mancur. Tanpa sadar, ia melangkahkan kakinya mendekati air mancur itu. Setiap langkah yang ia buat, membuat satu luka sayatan di hatinya. Ia teringat akan pengalamannya bersama adiknya bermain air. Kini, semua itu hanya kenangan. Hanya meninggalkan bulir-bulir air mata yang menetes membasahi pipi Yeon.
♫
Joo Won menatapnya heran, kemudian mendekati Yeon. Dilihatnya Yeon sedang menangis. Lama-kelamaan Joo Won meras kasihan juga. Ia merasa ikut sedih jika melihat seorang wanita menangis. Entah ini niatnya atau bukan, Joo Won mulai memeluk Yeon. Joo Won pikir, pelukannya akan membuat Yeon diam. Tapi Yeon melepaskan dirinya secepat mungkin dari pelukan Joo Won, kemudian berlari turun ke bawah. ”Anak itu benar-benar aneh. Tidak memanfaatkan kesempatan yang ada,” pikir Joo Won.
Sementara itu, Yeon masih tercengang. Sembari berlari, ia tidak bisa menetralkan detak jantungnya yang menjadi cepat secara mendadak. ”Joo Won benar-benar bukan orang baik, hanya ingin mempermainkan wanita saja,” pikir Yeon.
Esoknya terdengar sebuah kabar menggembirakan untuk seluruh siswi di sekolah tersebut. Soo Kyung dan Joo Won sudah putus! Kabarnya, Joo Won memutuskannya karena ia berbuat jahat pada Yeon. Yeon tidak bereaksi apa pun ketika mendengar berita itu.
Sebentar lagi adalah hari valentine. Seperti peraturan yang telah dibuat anak-anak, setiap tanggal 14 Februari diadakan sebuah pesta untuk merayakannya. Yeon dan Joo Won sama-sama belum memiliki pasangan. Banyak wanita yang mengajak Joo Won untuk menjadi pasangannya. Tapi Joo Won belum memberikan jawaban apa pun. Sebaliknya, Yeon sama sekali tidak memiliki pasangan dan tidak ada yang mau dengannya karena masih banyak wanita lain yang lebih cantik.
Suatu saat, saat sedang pelajaran matematika, Joo Won melirik Yeon. Sebenarnya hanya iseng saja. Namun, Joo Won malah tertarik. Kulit Yeon yang kusam, memperburuk penampilannya. Sudah bisa ditebak, Joo Won mencoba untuk pergi kepesta bersama Yeon. Ia ingin mengubah penampilan Yeon dengan uang. Awalnya Yeon memang sama sekali tidak mau. Tapi, lama kelamaan, hati Yeon luluh juga.
Tak terasa, sekarang sudah hari valentine. Joo Won menjemput Yeon di rumahnya dan mengajaknya pergi ke salon 3 jam sebelum pesta dimulai. Joo Won memiliki seorang stylist di salon itu. Segera, Joo Won meminta penampilan terbaik dari Yeon. 1 jam kemudian, Yeon selesai dirias. Dengan bantuan make up, Yeon terlihat berbeda sekali. Joo Won sampai tidak berkedip melihatnya. Yeon terlihat jauh lebih baik dari Seo Ri atau Soo Kyung pada saat itu. Joo Won tersenyum puas.
♫
Joo Won masuk ke dalam klub dengan Yeon. Saat mereka masuk, semua pandangan tertuju pada mereka. Mata para lelaki disejukkan dengan pandangan wanita cantik yang tak lain adalah Yeon. Soo Kyung pun terpana dengan kecantikan Yeon malam itu.
Sejujurnya, Yeon merasa malu dan tidak biasa. Tapi Joo Won terus menariknya masuk ke dalam klub itu. Yeon tidak pernah pergi ke klub untuk bermain atau sekedar minum-minum. Tentu sulit baginya untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru pertama kali dikunjunginya tersebut.
”Daniel, siapa wanita itu?” tanya salah satu temannya.
”Dia pacarku,” jawab Joo Won singkat. Yeon terbelalak. Soo Kyung mendengar perkataan Joo Won. Apalagi reaksinya kalau bukan marah. Yeon tidak pernah bersentuhan dengan alkohol sebelumnya. Namun, Joo Won dengan baik hati dan sabar mengajari Yeon bagaimana cara meminumnya. Yeon tersenyum melihat Joo Won.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar