Aku
terbangun. Rupanya tadi aku tak sadarkan diri. Aku terkejut. “Di mana aku
sekarang? Apa yang terjadi denganku?”
Aku berada di sebuah ruangan
kecil yang pengap, entah berada di mana. Aku tak bisa bebas. Aku duduk di
sebuah kursi dan tangan serta kakiku diikat. Seorang laki-laki berkaca mata
hitam menghampiriku dan memandang wajahku lekat-lekat. “Gadis yang manis,”
katanya. “Andai kau tidak mengganggu kami, kami tidak akan membawamu ke sini.”
“Di mana aku sekarang?” tanyaku
kasar padanya. Sebelum dia menjawab pertanyaanku dia mengelilingi ruangan dan
melepas kaca matanya. Ya Tuhan, dia tampan sekali. Dia seperti model. Badannya
ramping, rambutnya yang acak tapi keren menambah kesan pada dirinya bahwa dia
adalah laki-laki yang tampan tetapi kurang bisa menjaga diri. Kulitnya putih
dan matanya coklat, tatapannya menghanyutkan. Senyumnya yang manis membuatku
terpikat padanya. Tapi, aku tidak boleh. Dia adalah penjahat yang telah
membawaku ke sini. Seharusnya, aku membencinya. Tapi malah sebaliknya, aku
menyukainya. “Ah, aku ini bodoh sekali” pikirku dalam hati.
“Kau
berada di ujung paling barat kota ini.” Jawaban laki-laki itu membuatku ternganga.
“Itu… itu… jauh sekali dari rumahku!”teriakku.
“Tenanglah, kami akan
mengembalikanmu tepat pada waktunya. Ini hanya untuk kelancaran rencana. Tenang
saja, aku akan menemanimu dan menjagamu di sini sampai kau dikembalikan.”
Kalimat terakhir yang di ucapkannya membuatku merasa aneh. Sepertinya pipiku
memerah. Beruntung sekali aku, dijaga seorang lelaki tampan sepertinya. Dia
mengambil kursi dan duduk di sebelahku. Kemudian, dia merangkulku, seperti, aku
ini miliknya. Hatiku terasa meleleh, tapi rasa waspada menyergapku.
“Kau
tahu,” dia mengawali pembicaraan. “Gadis semanis dirimu tidak
seharusnya berada di sini. Tapi karena ulahmu yang nakal itulah yang membuat
rencana kami hampir gagal dan terpaksa membawamu ke tempat ini.”
“Rencana? Rencana apa?”
“Haha…” dia tertawa. “Aku sudah
terlalu banyak memberitahumu. Lebih baik, pembicaraan kita sekarang beralih ke
hal-hal yang lebih menarik.”
*maaf br segini... aku lg brusaha nyelesein tgs dulu.. smg bs cpt kelarr~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar