Sabtu, 12 November 2011

Raining Love Chapter 2 (Second Series)


First Series => My Stupid Sweet Prince
Casts :
*    Park Hyo Jung
*    Cho Kyuhyun
*    Lee Jong Suk
*    Hyun Bin
*    Lee Ga Yeun
*    And the other casts

“Kau! Kau!” pemuda itu terkejut dan dengan cepat melepas kaca mata yang dikenakan Hyo Jung.

“Kembalikan!” teriak Hyo Jung, sementara pemuda itu menyembunyikan tangan kanannya yang memegang benda rampasannya. “Kau, gadis itu… Gadis menjijikan yang kutemui di halte… Tidak mungkin. Kau gadis yang kutemui di supermarket itu, kan?”

“Supermarket? Bagaimana kau bisa,… Astaga, pemuda sopan itu, jangan bilang itu kau. Tidak. Aku tidak akan pernah percaya, sekalipun!” mata Hyo Jung membesar.
“Aku juga tidak percaya,” ujar pemuda itu pelan. “Tidak akan! Pasti orang lain dengan wajah sama denganmu!” pemuda itu berkata lagi dengan suara yang lebih keras.
“Terserah! Aku juga tidak akan percaya! Sekarang, kembalikan kacamataku. Cepat!” Hyo Jung mulai naik darah.

“Dasar tidak sopan. Aku adalah seniormu! Tolong tunjukkan rasa sopanmu. Benar-benar tidak beretika…”

“Memang kau siapa dan bagaimana bisa kau tahu aku juniormu, hah?!”

“Bukumu. Seperti bukuku saat aku semester I. Aku mahasiswa semester ke-II !”

“Tapi, bagaimanapun, kau juga! Merampas sesuatu yang bukan milikmu juga tidak beretika! Bahkan hal itu tertulis sebagai 10 hukum dalam Kitab Suci. Kembalikan!” Hyo Jung berusaha mengulurkan tangannya yang panjang ke balik punggung pemuda itu.

“Hush, hush!” Pemuda itu mengibaskan tangannya yang lain, yang memegang buku yang tadi dibacanya.

“Kembalikan!”

“Nanti saja!”

“Sekarang!”

“Tidak mau!”

“Yaaa!!!!” amarah Hyo Jung meledak.

“Yaaa! Kau benar-benar memalukan. Lihat, banyak orang yang melihat kita!” pemuda itu mengecilkan suaranya.

“Biarkan saja!” Hyo Jung kembali berteriak. Karena mereka menjadi pusat perhatian, pemuda itu menjadi sedikit lengah. Hyo Jung memanfaatkan kesempatan ini sepenuhnya untuk merebut kembali kaca matanya. Pemuda itu terkejut ketika Hyo Jung berhasil merebut kacamata dengan tangan panjangnya. Hyo Jung terkekeh atas kemenangannya dan segera pergi.

“Gadis menyebalkan…” ujar pemuda itu, kemudian tertawa kecil. Pemuda itu hendak beranjak pergi ketika seseorang mencegahnya pergi.

“Wow, lihat siapa ini… Cho Kyuhyun kita bermain-main dengan seorang gadis,” ujar seorang pemuda yang kira-kira 2 tahun lebih tua dari pemuda pertama yang dikenal sebagai Cho Kyuhyun tadi.

“Yaa, Sungmin Sunbae, dia hanya gadis menyebalkan yang ingin mencari masalah denganku. Dia gadis yang tidak sopan, sangat mengerikan…”

“Yang tidak sopan itu dia atau kau?” Sungmin menggoda juniornya itu.

“Hish, kau ini…!” Kyuhyun mengucapkan kalimat itu diselingi ringisan Sungmin, hasil pukulan sahabat sekaligus juniornya.

“Ya ya, ampun ! Huh,… pukulanmu lumayan juga. Tapi, ngomong-ngomong gadis itu manis juga. Kapan-kapan kenalkan aku padanya, ya! Ah, tidak. Secepatnya, jangan kapan-kapan!”

**********

Dengan amarah meluap, Hyo Jung pergi ke perpustakaan dan menemui Jong Suk yang sedang larut dalam buku bacaannya. Disertai wajah masam, Hyo Jung duduk di kursi kosong sebelah lelaki yang hanya ia anggap sebagai sahabat itu. Jong Suk tertawa kecil melihat raut wajah gadis manis ini. “Adakah sesuatu yang menarik?” tanyanya.

Hyo Jung menarik nafas perlahan dan menghembuskannya dengan cepat. “Aku bertemu dengan seseorang yang memiliki kepribadian ganda. Dia membuat amarahku meledak!” Hyo Jung berkata dengan tidak sabar.

Jong Suk memegang pundak Hyo Jung, “Tenanglah, jangan pedulikan dia,” ujar Jong Suk dengan sweet smile-nya. Beberapa siswa putri seangkatan Hyo Jung di perpustakaan yang menyukai Jong Suk merasa envy atas kedekatan Hyo Jung-Jong Suk.

“Kedokteran? Kau tertarik dengan ilmu kedokteran?” Hyo Jung mendekat untuk melihat buku yang sedang dibaca sahabatnya.

“Hmm, sedikit. Hanya untuk sebagai pengetahuan saja,” kata Jong Suk, tersenyum simpul. Hyo Jung mengangguk sambil ikut tersenyum.

Setelah terdiam beberapa saat, Jong Suk membuka pembicaraan, “Hmm, nanti malam akan ada pertunjukkan drama musikal. Aku punya 2 tiket. Kau mau ikut?”

**********

Cho Kyuhyun duduk di kursi santainya, di apartemen milik SM Entertainment. Sudah sejak 2 jam yang lalu, ia berkutat dengan buku kumpulan soal matematika untuk umum. Sungmin yang tinggal satu apartemen dengannya hanya memperhatikan sahabatnya sambari menggelengkan kepalanya berkali-kali. “Kyuhyun-ah, tidakkah kau pernah merasa lelah dan dipusingkan oleh soal-soal matematika itu?” Sungmin menunjukkan beberapa ekspresi untuk mendukung pernyataannya (#hehe), dengan memijat kepalanya perlahan.

“Aku juga tidak tahu. Mungkin pernah saat aku kecil dulu. Tapi, sampai sekarang baik-baik saja, Sunbae,” kata Kyuhyun kemudian menjilat bibirnya.

“Hah, terlalu jenius…” Sungmin beranjak dari sofa dan masuk ke kamarnya. Suasana menjadi sangat hening. Tiba-tiba Sungmin membuka kamarnya cepat dan berbicara dengan suara keras. “Aku punya tiket drama musikal malam ini, kau mau ikut?”

“Astaga Sunbae, anda membuat saya jantungan. Baiklah, dengan senang hati,” kata Kyuhyun sambil tersenyum. Tanpa basa-basi Sungmin segera menutup pintu kamarnya lagi dengan cepat. Kyuhyun menghembuskan nafasnya.

**********

Hyo Jung menatap langit-langit. Music player-nya melantunkan lagu-lagu sendu menyayat hati, yang membuatnya teringat kembali pada ‘mantan’ kekasihnya. “Oppa, bisakah kau melihatku dari sana?” Hyo Jung berbicara sendiri, khususnya pada diri sendiri dan orang yang telah tiada itu. “Bagaimana keadaanmu? Apa Oppa sudah makan? Bagaimana kabarmu?”

“Kau begitu jahat. Kau meninggalkanku sendiri dengan penuh luka yang sepertinya akan membekas di hatiku selamanya. Kau begitu jahat Oppa…”

“Mungkin akan lebih baik jika aku tidak pernah mengenalmu. Aku juga merasa tersiksa jika terus begini. Aku tidak dapat menemukan penggantimu.”

“Ingin sekali kumelupakanmu dan menjalani hidupku secara normal tanpa beban seperti ini. Oppa, aku menyayangimu! Tapi kau justru membalas kasih sayangku dengan cara seperti ini, aku merasa kecewa, aku sakit hati, Oppa…”

“Tidak ada yang memberiku kasih sayang semenjak kau pergi. Itu salahmu Oppa, salahmu! Aku tidak pernah menyuruhmu pergi. Kembalilah dan buat aku bahagia,…” Hyo Jung menangis. Dalam tangisannya, Hyo Jung mengerang kesakitan. Rasa sakit yang terlampau… membuatnya menderita.

**********

Hyo Jung baru saja pulang dari kampus, ketika ia akan melangkahkan kakinya keluar gedung untuk pulang, hujan deras mengurungkan niatnya. “Hujan lagi…” keluh Hyo Jung. Langit menggelap dan tidak ada tanda-tanda bahwa semburat sinar matahari akan menampakkan diri. Hyo Jung melirik arlojinya. Dia tidak sadar bahwa ia menyelesaikan tugasnya lama sekali. Ia tidak sadar bahwa sekarang sudah hampir jam setengah enam sore. Hyo Jung menoleh. Beberapa orang yang berada di sekitarnya yang bernasib sama sepertinya menghilang bersamaan dengan turunnya hujan deras tadi. Bulu kuduk Hyo Jung merinding. Dengan alasan sudah hampir malam Hyo Jung nekat menerobos hujan lebat itu. Namun, belum lama berjalan, tubuh Hyo Jung menggigil kedinginan. Hyo Jung hanya terus berjalan sambil menunduk.

Tanpa sengaja, ia menabrak sesuatu. Ketakutan menyelimuti dirinya. Apa ini? Apa yang baru saja dia tabrak? Dengan menunduk, Hyo Jung dapat mengetahui bahwa ia baru saja menabrak seseorang (terlihat kakinya). Hyo Jung bergidik ngeri. Tadi ia tidak melihat siapa pun. Tapi sekarang ia menabrak seseorang. Bermacam-macam imajinasi memenuhi benaknya. Apakah ini gurunya, teman, seniornya atau jangan-jangan… Adegan-adegan film horor yang pernah ia saksikan tiba-tiba muncul dalam otaknya.


Ketika Hyo Jung akan mundur satu langkah, seseorang didepannya ini justru menyentuh pundaknya, kemudian memeluknya. Hyo Jung gemetaran, sangat ketakutan. Tapi rasa takut itu dengan cepat menghilang seiring dengan bau parfum yang memasuki rongga hidungnya Bau parfum yang sangat ia kenal dari orang ini. Bau yang familiar. “Hyo Jung-ah…” orang itu memanggil namanya. Rasa takut itu kini tergantikan dengan rasa terkejut, shock, dan gembira yang merasuki jiwanya secara tiba-tiba.

Orang itu melepaskan pelukannya. Hyo Jung mengangkat kepalanya perlahan. Matanya membulat ketika melihat sosok manusia dihadapannya. Bagaimana ini bisa terjadi? Apakah setelah menangis tadi Hyo Jung sempat bunuh diri? Apa gerangan yang telah terjadi? Ini kejadian yang ia tunggu-tunggu selama 2 bulan terakhir. Hyo Jung mengucapkan sesuatu tanpa suara. “Hyun Bin…”

Hyo Jung memeluknya erat. Hal yang sudah lama tak ia lakukan lagi. Rasa gembira yang meluap-luap memenuhi seluruh hatinya, bahkan sampai ke ujung rambutnya, Hyo Jung merasa amat sangat bahagia sekali (#ga efektif. Xixi xD ).

“Ke mana saja kau?” kata Hyo Jung sambil terus memeluk orang itu. “Aku mencarimu, aku merindukanmu… ke mana saja kau selama ini, Oppa?”

Laki-laki itu membalas pelukan kekasihnya. “Aku kan sudah bilang, aku dapat melihatmu dari sana… Hyo Jung-ah, apakah hidupmu dapat berjalan baik tanpaku?” tanya lelaki itu sambil mengelus rambut basah Hyo Jung dengan sebelah tangannya.

“Hidupku tanpamu tidak pernah serasa sebaik ini. Aku begitu senang dapat melihatmu kembali, Hyun Bin…” Hyo Jung mengeratkan pelukannya.

“Hyo Jung-ah, kau merasa menyesal mengenalku? Aku sungguh minta maaf. Aku juga tidak ingin pergi, tapi itu bukan sesuatu yang dapat ditolak…”

“Tidak apa-apa… Maafkan aku, aku telah berkata begitu. Aku tidak menyesal mengenal seseorang sepertimu, Oppa,” ujar Hyo Jung.

Hyun Bin menyadari bahwa tubuh Hyo Jung bergetar. “Aku akan mengantarmu pulang,” ucap Hyun Bin. Hyo Jung tersenyum senang.

**********


“Hyun Bin-ah… Hyun Bin-ah… Hyun Bin-ah!” Hyo Jung terbangun dari tidurnya. Ia menyangga kepalanya yang terasa pening. “Hanya mimpi,” gumamnya. Ia melihat jam dinding putih kamarnya dan secepat kilat berdiri kemudian berlari ke kamar mandi. “Aku terrrllllaaaammmmbaaaatttt~~~~” -_-

**********

“Kyuhyun-ah, apa kau sudah siap?!” teriak Sungmin dari dapur.

“Ha? Untuk apa Sunbae? Astaga! Aku melupakannya!” Kyuhyun segera berlari ke kamar mandi dan bersiap dalam waktu sesingkat-singkatnya.

“Aigoo, anak ini…”


**********


Jong Suk sudah menunggu di depan gedung pertunjukkan sambil terus melihat arloji. Dia juga menghembuskan nafasnya berkali-kali (mungkin karena bosan ;)). Semenit kemudian dari kejauhan tampak Hyo Jung berlari. “Wahh,.. gadis ini…” ujar Jong Suk.

“Hai ! Maaf aku terlambat,” kata Hyo Jung dengan nafas terengah-engah.

“Aku sudah bilang, lebih baik kau aku jemput…” kata Jong Suk, tertawa melihat tingkah gadis yang dicintainya itu.

“Tidak… tidak… itu akan membuatmu kerepotan. Hehe,” kata Hyo Jung sambil meringis.

“Di mana mobilmu?” tanya Jong Suk.

“Mobil? Aku tidak pernah mengendarai mobilku lagi sekarang. Aku naik kereta bawah tanah. Selain hemat, menurutku juga cukup menyenangkan,” kata Hyo Jung sambil tersenyum lebar. Jong Suk hanya dapat membalas senyumannya.

“Bagaimana, apa pertunjukkan hampir dimulai?” Tanya Hyo Jung, masih dengan nafasnya yang memburu.

Jong Suk melihat arlojinya lagi untuk yang kesekian kalinya. “Hm, masih banyak waktu sebelum pertunjukkan dimulai. Lebih baik kita masuk sekarang. Atau kau ingin sesuatu?”

**********

“Kyuhyun-ah, apa kau sudah siap?” Tanya Sungmin untuk ketiga kalinya.

“Hampir, Sunbae!” teriak Kyuhyun dari kamarnya.

“Ayolah, sebentar lagi sudah mau mulai!” Sungmin balas teriak.

“Nneeee!!!!!”

**********

Pertunjukkan drama musikal itu dimulai dengan sebuah lagu berirama beat, mengibaratkan besarnya semangat tokoh utama (dalam skenario drama).

Selama pertunjukkan berlangsung, Hyo Jung dan Jong Suk benar-benar menikmatinya. Berbeda dengan Kyuhyun dan Sungmin. Sungmin memang menikmatinya. Tapi Kyuhyun perlahan menutup matanya dan terlelap. “Ckckck, bocah ini…”ujar Sungmin sambil tersenyum. Kelihatannya Kyuhyun terlalu lelah hingga terlelap.

Pertunjukkan diakhiri dengan suara gemuruh tepuk tangan penonton. Tepuk tangan penonton benar-benar sangat keras. Suaranya memenuhi seluruh gedung. Dan suara riuh tepuk tangan itu yang menjadi alarm-bangun untuk Cho Kyuhyun. Satu persatu penonton mulai meninggalkan tempat duduk, sementara Kyuhyun masih duduk dengan mulut terbuka. “Kyuhyun-ah, cepat tutup mulutmu. Semua orang bisa mengetahui kalau kau baru saja tertidur dari bau mulutmu,” ujar Sungmin, tertawa.

“Sunbae, ini…?” Kyuhyun memandang sekelilingnya. Tirai panggung sudah ditutup dan dalam gedung pertunjukkan itu hanya ada Kyuhyun dan Sungmin.

“Hah, kau ini. Sudah selesai. Tapi, terima kasih ya, sudah menemaniku,” kata Sungmin, tertawa sambil pergi meninggalkan Kyuhyun.

“Ahh, sayang sekali…” Kyuhyun menyesal. (Xixi)

**********

“Jong Suk-ah, terima kasih banyak untuk tiketnya. Pertunjukkannya mengagumkan. Terima kasih sudah mengajakku.” Hyo Jung tersenyum manis pada Jong Suk, membuat pria itu salah tingkah dan hanya dapat mengatakan kata “ya.”

Tidak jauh dari tempat itu, terdapat sebuah kios es krim yang terkenal akan kelezatan dan macam rasanya. Jong Suk dan Hyo Jung menyempatkan waktu mereka untuk menikmati es krim vanilla yang terkenal paling lezat di kios itu.

Hyo Jung sedang menikmati es krim vanillanya dengan waffle ketika dua orang pria masuk dan duduk disebelah Hyo Jung dan Jong Suk. Hyo Jung melirik untuk melihat siapa yang datang, dan betapa terkejutnya dia, mengetahui bahwa yang duduk di sebelahnya adalah pemuda kurang ajar waktu itu. Hmm, mungkin akan lebih tepat jika disebut sebagai pemuda berkepribadian ganda.

Mata mereka bertemu selama kurang lebih dua detik. Setelah itu masing-masing dari mereka mendengus kesal. Seorang pelayan mendatangi meja Kyuhyun dan Sungmin, menanyakan pesanan mereka. Kyuhyun melihat banner yang menuliskan berbagai jenis macam es krim baru di toko itu. Kepalanya menoleh kearah banner itu, namun matanya tidak lepas dari es krim yang dimakan oleh Hyo Jung. Kemudian pelayan itu pergi.

Beberapa menit kemudian, pelayan datang membawa pasangan kedua pemuda itu. Kyuhyun ternganga dengan es krim yang pelayan bawa untuknya.

“Maaf, saya pikir, anda salah mengantarkan es krim ini,” kata Kyuhyun sambil menunjuk es krim yang ditujukan padanya.

“Bukankah anda memesan es krim ini tadi? Saya lihat, anda melihat es krim yang dimakan oleh nona ini. Maaf, saya akan kembali dengan pesanan anda yang baru,” ujar pelayan itu.

“Tidak perlu, tidak apa-apa,” kata Kyuhyun. Pelayan itu mengucapkan terima kasih atas kebaikan Kyuhyun, membungkuk dan pergi. Hyo Jung yang melihatnya hanya tertawa.

“Apa urusannya denganmu? Jangan tertawa!” Kyuhyun menatap Hyo Jung dengan pandangan kesal.

“Tidak, hanya kau lucu saja.” Hyo Jung tertawa. Sungmin yang melihat Hyo Jung tertawa ikut tertawa.

“Sunbae, kau ingin menjadi pengikutnya?”

**********

Kyuhyun dan Sungmin berjalan menuju stasiun bawah tanah, diikuti oleh Hyo Jung dibelakang mereka, berjarak sekitar 3 meter dari mereka. Angin dingin musim gugur menimpa mereka. Kyuhyun terlihat bersikap cuek, padahal diam-diam ia memperhatikan bahwa gadis itu tetap baik-baik saja. Saat sedang berjalan, Hyo Jung menghentikan langkahnya dan berkacak pinggang. Wajahnya pucat. Kyuhyun hampir menghentikan langkahnya ketika Hyo Jung berhenti. Namun gadis itu kuat, ia melanjutkan jalannya meski dengan langkah lunglai tak bertenaga. Hyo Jung hanya merapatkan jaketnya untuk membuatnya lebih baik.

Mereka tidak perlu menunggu lama kereta datang, karena memang ada jadwal kereta yang akan berangkat mendekati waktu itu. Kelihatannya banyak penumpang yang habis menyaksikan pertunjukkan drama musikal tadi, sehingga kereta penuh (hampir) sesak. Sungmin dengan egoisnya merebut tempat duduk terakhir yang tersisa. Sedangkan Hyo Jung dan Kyuhyun berdiri.

Hyo Jung benar-benar merasa tidak baik. Ia merasa mual, pusing dan sebagainya. Ia bahkan tidak dapat bertahan lebih lama. Karena saat kereta direm, Hyo Jung memegang pundak Kyuhyun. Kemudian terjatuh dalam pelukan Kyuhyun yang berpaling padanya…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar