Casts :
·
Park Heo Jung
·
Hyun Bin
·
Lee Jong Suk as Heo Jung’s classmate
·
And the other casts
Length : Episodes
-- For (At least) Teenagers) --

Jong Suk melihat semuanya.
Rasanya seperti ingin menggelepar layaknya ikan yang terdampar di daratan,
karena marah. Ia berusaha mengupayakan apa pun untuk mendapatkan Heo Jung
kembali.
*******
Hyun Bin melepaskan pelukannya, bersamaan dengan berakhirnya adegan
ciuman tersebut. Heo Jung merasa malu, juga salah tingkah. Begitu pula dengan
Hyun Bin. Tapi hatinya meluap-luap, terlalu bahagia.
“Maafkan aku. Aku hanya tidak…
Aku tidak pernah berpikir bahwa ini akan terjadi,” kata Hyun Bin. Heo Jung hanya
menunduk. Pipinya bersemu merah sekali. Ia tidak ingin Hyun Bin melihat pipinya
memerah. Itu akan membuatnya semakin malu.
********
Kejadian malam kemarin membuat
mereka bersikap kaku, meski sudah berusaha untuk melupakannya, sensasi saat
kejadian itu berlangsung. Mereka tidak dapat melupakannya.
Heo Jung bertemu di dekat taman saat akan pergi ke kamar mandi. Hyun Bin
berusaha keras untuk menatapnya, sedangkan Heo Jung tidak sanggup memandang
lawan jenis dihadapannya itu.
“Aku ada kelas (pembelajaran) pagi ini. Aku pikir, kau juga. Ingin
berangkat bersama?” Tanya Hyun Bin, tersipu.
“Untuk hari ini mungkin tidak. Maaf. Aku sudah berjanji pada Jong Suk
untuk berangkat bersama,” kata Heo Jung yang kemudian pergi.
“Aaarrgghhh!” Hyun Bin mengacak rambutnya.
Sekitar pukul 8, Jong Suk menjemputnya. Layaknya seorang pacar, Jong Suk
memberikan perhatian penuh, terutama di depan Hyun Bin. Tentu saja hal itu
sukses membuat Hyun Bin terdiam.
*********
Jong Suk dan Heo Jung berada dalam kelas yang sama. Memudahkan Jong Suk
untuk selalu berdekatan dengan Heo Jung. Hari itu Jong Suk “sengaja” membuat
Heo Jung banyak tertawa, dan mengajaknya ke banyak tempat hari ini. Jong SUk
tahu, bahwa akan mudah bagi Hyun Bin mengikuti mereka karena mereka bernaung dalam
satu universitas yang sama. Jong Suk berharap bahwa Hyun Bin akan melihat semua
yang dia lakukan dengan gadis yang dia dan Hyun Bin sukai. Merasa puas, akan pembalasan
yang dilakukannya.
Setelah kelas mereka berakhir, Jong Suk mengajak Heo Jung ke
perpustakaan. Dengan senyum licik dibibirnya, Jong Suk melihat Hyun Bin ada
dalam ruangan yang sama. Jong Suk berusaha membuat Heo Jung tidak melihat orang
itu. Dengan segala taktiknya, Jong Suk mulai membuat drama indah dengan
penonton special di sana, Hyun Bin. Dimulai dengan merangkul Heo Jung, sampai
membaca buku bersama. Tingkah Jong Suk yang sedikit membuat gaduh disertai
dengan tawa Heo Jung yang cukup keras berhasil membuat mereka menjadi sorotan
utama orang-orang di perpustakaan, tak terkecuali Hyun Bin. Terbakar oleh api
cemburu untuk kedua kalinya dalam hari yang sama, Hyun Bin memilih untuk pergi,
daripada menghajar Jong Suk dan membuat keributan atau terus menerus
menyaksikan kedekatan mereka yang bagi Heo Jung hanya sebatas “persahabatan”.
Jong Suk mengantar Heo Jung pulang sekitar pukul 3 sore. Jong Suk hanya
mengantarnya sampai di depan gerbang, dan pergi dengan senyuman Heo Jung
sebagai ucapan terima kasih dan selamat tinggal.
Hyun Bin menyambut kedatangan Heo Jung dengan senyuman kecut. “Wanita
murahan,” ujarnya dalam hati. Heo Jung pulang dengan senyum merekah yang terus
tergantung diwajah beningnya. Serasa beban hidupnya hilang seketika, Heo Jung
menghampiri Hyun Bin yang sedang menonton variety show dengan Big Bang sebagai
bintangnya. Heo Jung berteriak, “G-Dragooonnn!!!! Opaaa!!!” sambil terenyum
lebar.
‘Kau hamper membuatku jantungan. Mengerikan sekali,” kata Hyun Bin.
“Apa katamu?! Justru kau yang mengerikan! Hari yang begitu cerah kau
lewati hanya dengan muka masam sepanjang hari! Mengerikan!” balas Heo Jung.
Dengan perasaan kesal sepenuhnya, Heo Jung masuk dalam kamarnya. Hyun Bin
menghela nafas.
Heo Jung tidak
keluar sampai makan malam. Ini membuat Hyun Bin bingung. Sekitar pukul 7, Hyun
Bin mengetuk pintu kamar Heo Jung. Ia mendapati Heo Jung sedang tertidur dengan
kepala di atas meja belajarnya. Buku pengetahuan umumnya masih dalam keadaan
terbuka. Pastilah Heo Jung tidur secara tidak sengaja. Hyun Bin menyentuh
rambut Heo Jung, kemudian dahi dan turun sampai ke hidung. Anak itu terbangun
ketika Hyun Bin menyentuh hidungnya. Gusar karena acara istirahatnya diganggu
Heo Jung berdiri, menyentakkan akakinya dan hendak pergi. Namun Hyun Bin lebih
cepat setengah detik. Hyun Bin memeluk Heo jung dari belakang. Kepalanya
bersandar di bahu Heo Jung. “Kajima…”
Heo Jung berusaha melepas
pelukan Hyun Bin. Tapi Hyun Bin justru memeluknya lebih erat lagi. “Lepaskan
aku!” kata Heo Jung dengan intonasi yang semakin menaik.
“Do you want to be my girlfriend?” Kata-kata Hyun Bin tadi membuat Heo
Jung merasa lemas. “Lepas…” ujar Heo Jung lagi.
“Tidak. Aku tidak ingin kau pergi…” kata Hyun Bin. “Aku mencintaimu,”
tambahnya.
“Tidak… tidak boleh,” sahut Heo Jung pelan.
“Waeyo? Kenapa?”
“A.. a.. aku tidak menginginkanmu,” kata Heo Jung.
“Kau berbohong. Lalu, kemarin malam, kenapa kau membalas ciumanku?!” Hyun
Bin mulai tidak sabar.
“Hanya sebagai bentuk kesopanan dan semacamnya…” ujar Heo Jung lemah.
Hyun Bin menyandarkan tubuh Heo jung ke dinding. “Kau boleh menolaknya,”
ujar Hyun Bin pelan. Hyun Bin mencium bibir Heo Jung dalam-dalam. Heo Jung
terdiam sesaat. Namun, ia mengalungkan tangannya dipinggang Hyun Bin dan
membalas ciuman Hyun Bin serta mengeratkan pelukannya. Hyun Bin semakin
bersemangat mencium Heo Jung, sampai Heo jung kesulitan untuk bernafas. Beberapa
detik kemudian, Hyun Bin melepaskan ciumannya, memberi kesempatan heo Jung
untuk bernafas. Mereka berdua tersengal-sengal. Tapi tidak lama, Hyun Bin
kembali mencium Heo Jung dengan ciuman yang lebih lembut, dan tidak akan
menyakitinya…
*********
Dalam kamarnya, Hyun Bin berpikir beribu-ribu kali, apakah yang
dilakukannya tadi sudah benar. Tapi, Hyun Bin maupun heo Jung merasakan
kebahagiaan yang tak terhingga.
1 jam kemudian, mereka bertemu di ruang keluarga. Sambil menonton televisi,
mereka bersenda gurau dan membicarakan banyak hal.
“Aku akan mencatat hari ini di dalam memoriku sebagai hari terindah
selama 7 tahun terakhir…” kata Hyun Bin ambil merangkul Heo Jung. Heo Jung bersandar
pada Hyun Bin. Aroma tubuhnya khas sekali. Ini adalah salah satu hal yang
membuat Heo Jung akan selalu mengingat tubuh kekasihnya, dengan aromanya.
“Ngomong-ngomong, kapan kita akan berkencan?” Tanya Hyun Bin.
“Tidak bisa besok, karena lusa dosenku akan mengadakan pre-test. Bagaimana
jika akhir minggu ini? Aku pikir itu adalah waktu yang tepat untuk… berkencan…”
kata Heo Jung dengan memelankan suaranya pada kata terakhir. Hyun Bin
tersenyum.
------------------------------------------------------------------------------------------
Maaf kl ceritanya kurang menarik. Ini pertama kali setelah sekian lama aku tidak menulis again. Aku banyak belajar dari "sunbae"ku yg semoga membuat hasil karyaku lebih baik dari sebelumnya. FanFic ini akan admin buat singkat. Coz, aku pengin mbuat FF selanjutnya (yg masih berkaitan dgn cerita ini) dgn tokoh utama pacarku #haha.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar