Minggu, 02 Oktober 2011

My Stupid Sweet Prince (Episode 5)


Casts :
·         Park Heo Jung
·         Hyun Bin
·         Lee Jong Suk as Heo Jung’s classmate
·         And the other casts

Length : Episodes

-- For (At least) Teenagers) --


          
      Jong Suk melihat semuanya. Rasanya seperti ingin menggelepar layaknya ikan yang terdampar di daratan, karena marah. Ia berusaha mengupayakan apa pun untuk mendapatkan Heo Jung kembali.


*******


Hyun Bin melepaskan pelukannya, bersamaan dengan berakhirnya adegan ciuman tersebut. Heo Jung merasa malu, juga salah tingkah. Begitu pula dengan Hyun Bin. Tapi hatinya meluap-luap, terlalu bahagia.

                “Maafkan aku. Aku hanya tidak… Aku tidak pernah berpikir bahwa ini akan terjadi,” kata Hyun Bin. Heo Jung hanya menunduk. Pipinya bersemu merah sekali. Ia tidak ingin Hyun Bin melihat pipinya memerah. Itu akan membuatnya semakin malu.


********


                Kejadian malam kemarin membuat mereka bersikap kaku, meski sudah berusaha untuk melupakannya, sensasi saat kejadian itu berlangsung. Mereka tidak dapat melupakannya.

Heo Jung bertemu di dekat taman saat akan pergi ke kamar mandi. Hyun Bin berusaha keras untuk menatapnya, sedangkan Heo Jung tidak sanggup memandang lawan jenis dihadapannya itu.

“Aku ada kelas (pembelajaran) pagi ini. Aku pikir, kau juga. Ingin berangkat bersama?” Tanya Hyun Bin, tersipu.

“Untuk hari ini mungkin tidak. Maaf. Aku sudah berjanji pada Jong Suk untuk berangkat bersama,” kata Heo Jung yang kemudian pergi.

“Aaarrgghhh!” Hyun Bin mengacak rambutnya.

Sekitar pukul 8, Jong Suk menjemputnya. Layaknya seorang pacar, Jong Suk memberikan perhatian penuh, terutama di depan Hyun Bin. Tentu saja hal itu sukses membuat Hyun Bin terdiam.


*********


Jong Suk dan Heo Jung berada dalam kelas yang sama. Memudahkan Jong Suk untuk selalu berdekatan dengan Heo Jung. Hari itu Jong Suk “sengaja” membuat Heo Jung banyak tertawa, dan mengajaknya ke banyak tempat hari ini. Jong SUk tahu, bahwa akan mudah bagi Hyun Bin mengikuti mereka karena mereka bernaung dalam satu universitas yang sama. Jong Suk berharap bahwa Hyun Bin akan melihat semua yang dia lakukan dengan gadis yang dia dan Hyun Bin sukai. Merasa puas, akan pembalasan yang dilakukannya.

Setelah kelas mereka berakhir, Jong Suk mengajak Heo Jung ke perpustakaan. Dengan senyum licik dibibirnya, Jong Suk melihat Hyun Bin ada dalam ruangan yang sama. Jong Suk berusaha membuat Heo Jung tidak melihat orang itu. Dengan segala taktiknya, Jong Suk mulai membuat drama indah dengan penonton special di sana, Hyun Bin. Dimulai dengan merangkul Heo Jung, sampai membaca buku bersama. Tingkah Jong Suk yang sedikit membuat gaduh disertai dengan tawa Heo Jung yang cukup keras berhasil membuat mereka menjadi sorotan utama orang-orang di perpustakaan, tak terkecuali Hyun Bin. Terbakar oleh api cemburu untuk kedua kalinya dalam hari yang sama, Hyun Bin memilih untuk pergi, daripada menghajar Jong Suk dan membuat keributan atau terus menerus menyaksikan kedekatan mereka yang bagi Heo Jung hanya sebatas “persahabatan”.

Jong Suk mengantar Heo Jung pulang sekitar pukul 3 sore. Jong Suk hanya mengantarnya sampai di depan gerbang, dan pergi dengan senyuman Heo Jung sebagai ucapan terima kasih dan selamat tinggal.

Hyun Bin menyambut kedatangan Heo Jung dengan senyuman kecut. “Wanita murahan,” ujarnya dalam hati. Heo Jung pulang dengan senyum merekah yang terus tergantung diwajah beningnya. Serasa beban hidupnya hilang seketika, Heo Jung menghampiri Hyun Bin yang sedang menonton variety show dengan Big Bang sebagai bintangnya. Heo Jung berteriak, “G-Dragooonnn!!!! Opaaa!!!” sambil terenyum lebar.

‘Kau hamper membuatku jantungan. Mengerikan sekali,” kata Hyun Bin.

“Apa katamu?! Justru kau yang mengerikan! Hari yang begitu cerah kau lewati hanya dengan muka masam sepanjang hari! Mengerikan!” balas Heo Jung. Dengan perasaan kesal sepenuhnya, Heo Jung masuk dalam kamarnya. Hyun Bin menghela nafas.

           Heo Jung tidak keluar sampai makan malam. Ini membuat Hyun Bin bingung. Sekitar pukul 7, Hyun Bin mengetuk pintu kamar Heo Jung. Ia mendapati Heo Jung sedang tertidur dengan kepala di atas meja belajarnya. Buku pengetahuan umumnya masih dalam keadaan terbuka. Pastilah Heo Jung tidur secara tidak sengaja. Hyun Bin menyentuh rambut Heo Jung, kemudian dahi dan turun sampai ke hidung. Anak itu terbangun ketika Hyun Bin menyentuh hidungnya. Gusar karena acara istirahatnya diganggu Heo Jung berdiri, menyentakkan akakinya dan hendak pergi. Namun Hyun Bin lebih cepat setengah detik. Hyun Bin memeluk Heo jung dari belakang. Kepalanya bersandar di bahu Heo Jung. “Kajima…”

                Heo Jung berusaha melepas pelukan Hyun Bin. Tapi Hyun Bin justru memeluknya lebih erat lagi. “Lepaskan aku!” kata Heo Jung dengan intonasi yang semakin menaik.

“Do you want to be my girlfriend?” Kata-kata Hyun Bin tadi membuat Heo Jung merasa lemas. “Lepas…” ujar Heo Jung lagi.

“Tidak. Aku tidak ingin kau pergi…” kata Hyun Bin. “Aku mencintaimu,” tambahnya.

“Tidak… tidak boleh,” sahut Heo Jung pelan.

“Waeyo? Kenapa?”

“A.. a.. aku tidak menginginkanmu,” kata Heo Jung.

“Kau berbohong. Lalu, kemarin malam, kenapa kau membalas ciumanku?!” Hyun Bin mulai tidak sabar.

“Hanya sebagai bentuk kesopanan dan semacamnya…” ujar Heo Jung lemah.

Hyun Bin menyandarkan tubuh Heo jung ke dinding. “Kau boleh menolaknya,” ujar Hyun Bin pelan. Hyun Bin mencium bibir Heo Jung dalam-dalam. Heo Jung terdiam sesaat. Namun, ia mengalungkan tangannya dipinggang Hyun Bin dan membalas ciuman Hyun Bin serta mengeratkan pelukannya. Hyun Bin semakin bersemangat mencium Heo Jung, sampai Heo jung kesulitan untuk bernafas. Beberapa detik kemudian, Hyun Bin melepaskan ciumannya, memberi kesempatan heo Jung untuk bernafas. Mereka berdua tersengal-sengal. Tapi tidak lama, Hyun Bin kembali mencium Heo Jung dengan ciuman yang lebih lembut, dan tidak akan menyakitinya…


*********



Dalam kamarnya, Hyun Bin berpikir beribu-ribu kali, apakah yang dilakukannya tadi sudah benar. Tapi, Hyun Bin maupun heo Jung merasakan kebahagiaan yang tak terhingga.

1 jam kemudian, mereka bertemu di ruang keluarga. Sambil menonton televisi, mereka bersenda gurau dan membicarakan banyak hal.

“Aku akan mencatat hari ini di dalam memoriku sebagai hari terindah selama 7 tahun terakhir…” kata Hyun Bin ambil merangkul Heo Jung. Heo Jung bersandar pada Hyun Bin. Aroma tubuhnya khas sekali. Ini adalah salah satu hal yang membuat Heo Jung akan selalu mengingat tubuh kekasihnya, dengan aromanya.

“Ngomong-ngomong, kapan kita akan berkencan?” Tanya Hyun Bin.

“Tidak bisa besok, karena lusa dosenku akan mengadakan pre-test. Bagaimana jika akhir minggu ini? Aku pikir itu adalah waktu yang tepat untuk… berkencan…” kata Heo Jung dengan memelankan suaranya pada kata terakhir. Hyun Bin tersenyum.

------------------------------------------------------------------------------------------

Maaf kl ceritanya kurang menarik. Ini pertama kali setelah sekian lama aku tidak menulis again. Aku banyak belajar dari "sunbae"ku yg semoga membuat hasil karyaku lebih baik dari sebelumnya. FanFic ini akan admin buat singkat. Coz, aku pengin mbuat FF selanjutnya (yg masih berkaitan dgn cerita ini) dgn tokoh utama pacarku #haha. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar